Batik Sekar Randu Khas Desa Randupitu Sudah Tembus Luar Negeri
9 bulan yang lalu
214 Kali Dibaca
Profil Masyarakat Desa
Contoh (Sila edit halaman ini sesuai dengan deskripsi desa ini)! Berdasarkan data desa pada bulan Februari 2010, jumlah penduduk Desa Terong sebanyak 6484 orang. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 1605 KK. Jumlah penduduk Desa Terong usia produktif pada tahun 2009 adalah 4746 orang. Jumlah angkatan kerja tersebut jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikannya adalah sebagai berikut: No. Angkatan Kerja L P Jumlah 1 59 56 115 2 880 792 1672 3 813 683 1496 4 725 673 1398 5 13 11 24 6 23 18 41 Jumlah Total 2513 2233 4746 Profil sosial masyarakat Dalam aktivitas keseharian, masyarakat Desa Terong sangat taat dalam menjalankan ibadah keagamaan. Setiap Rukung Tetangga (RT) dan pedukuhan memiliki kelompok-kelompok pengajian. Pada peringatan hari besar Islam, penduduk Desa Terong kerap menggelar acara peringatan dan karnaval budaya dengan tema yang disesuaikan dengan hari besar keagamaan. Sebagian besar warga Desa Terong terafiliasi pada organisasi kemasyarakat Islam Muhammadiyah. Gelaran perayaan lain selalu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap pedukuhan akan turut serta dan semangat menampilkan ciri khasnya dalam acara peringatan dan karnaval budaya. Kelompok pemuda di Desa Terong yang tergabung dalam kelompok pegiat Karang Taruna menjadi aktor utama dalam banyak kegiatan desa. Kelompok ini aktif menggelar program kegiatan untuk isu demokrasi kepada warga, penguatan ekonomi produktif, pelatihan penanggulangan bencana, dan kampanye Gerakan Remaja Sayang Ibu (GEMAS). Sejumlah penduduk Desa Terong bekerja merantau di daerah di luar Yogyakarta. Namun, ikatan sosial mereka terhadap tanah kelahiran tetap tinggi. Penduduk asli Desa Terong yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya misalnya, mereka membentuk paguyuban untuk memelihara silaturahmi antar sesama warga perantauan. Setiap bulan diadakan kegiatan arisan keliling secara bergilir di setiap tempat anggotanya. Setiap dua tahun sekali diadakan pula kegiatan mudik bersama ke kampung halaman di Desa Terong Profil politik masyarakat Warga Desa Terong dikenal sebagai kelompok masyarakat yang paling aktif dan memiliki potensi tertinggi untuk berpartisipasi dalam pemberian suara untuk Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah Langsung. Tingkat partisipasi warga di desa ini terbanyak jika dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan Dlingo, Bantul. Warga Desa Terong sangat aktif dalam mengawal proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Keistimewaan Yogyakarta. Banyak warga Desa Terong yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta (GRY) dan aktif dalam beragam kegiatan serta demontrasi mendukung penetapan keistimewaan Yogyakarta. Kepala Desa Terong Sudirman Alfian merupakan Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Desa Ing Sedya Memetri Asrining Yogyakarta (ISMAYA) se Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beliau ditunjuk pula sebagai anggota tim perumus RUU Keistimewaan Yogyakarta bersi masyarakat Yogyakarta. Salah satu hal yang diperjuangkan dalam RUU tersebut adalah tidak adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung dalam pemilihan Gubernur DIY; dengan mempertahankan konsep dwi tunggal Sri Sultan Hamengku Buwono dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Bubernur DIY. Permasalahan mendasar yang ada di Desa Terong adalah tidak imbangnya jumlah pencari kerja dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Sekalipun jumlah pengangguran di Desa Terong pada Tahun 2009 hanya orang tetapi kebanyakan mereka bekerja di luar Desa. Jadi, perlu gerakan kembali ke Desa serta menarik sumber-sumber ekonomi ke desa agar pencari kerja tidak banyak tersedot ke luar Desa. Sumber:
Laporan Pertanggung Jawaban Lurah Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul tahun 2009.
9 bulan yang lalu
198 Kali Dibaca
Pasar Murah Desa Randupitu Meriahkan HUT RI ke-79 di Kabupaten Pasuruan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan menggelar acara Pasar Murah yang berlangsung di Lapangan Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis, 15 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh penting, termasuk Dr. Andriyanto, SH, M.Kes selaku PJ Bupati Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.PdI., Ketua FPKB DPRD Kabupaten Pasuruan, serta sejumlah perwakilan dari berbagai OPD, PKK Kecamatan, IKM dan UKM, Bank Indonesia, Bulog, PT Sinergi Gula Nusantara Pasuruan, Bank Jatim, dan perusahaan lainnya seperti Indofod dan Elson Benadi dan PT Intim Harmonis. Acara Pasar Murah ini juga dimeriahkan dengan penampilan produk unggulan daerah, khususnya dari UMKM Desa Randupitu, serta hiburan musik elektone yang memeriahkan suasana. Dalam sambutannya, Samsul Hidayat, S.Ag., M.PdI., selaku perwakilan Komisi 2 DPRD Kabupaten Pasuruan, menyampaikan dukungannya terhadap program pasar murah ini. Ia menegaskan bahwa program-program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan UMKM lokal. "Kami selalu mendukung program-program yang bermanfaat untuk masyarakat. Pasar murah ini, misalnya, dapat menjadi ajang peningkatan semangat para pelaku UMKM," ujar Samsul. Sementara itu, perwakilan dari Bank Indonesia Cabang Malang juga memberikan sambutan terkait penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang semakin digalakkan. Dijelaskan bahwa QRIS kini dapat digunakan untuk transaksi lintas negara, seperti di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Pada acara ini, Bank Indonesia juga menggelar program "Tebus Murah Rp 79 Dapat Minyak Goreng" sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-79. PJ Bupati Pasuruan, Dr. Andriyanto, SH, M.Kes, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukurnya atas stabilitas ekonomi di Kabupaten Pasuruan, meskipun inflasi daerah sempat menjadi tantangan. Beliau juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah situasi ekonomi yang sulit. "Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat Pasuruan dapat membeli produk-produk dengan harga yang lebih terjangkau," tuturnya. Acara ceremonial ini ditutup dengan pemotongan pita oleh PJ Bupati Pasuruan sebagai tanda dibukanya Pasar Murah, yang dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Setelah itu, tamu undangan berkesempatan mengunjungi stan-stan pasar murah untuk melihat dan berbelanja produk-produk yang ditawarkan. Pasar Murah ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Kabupaten Pasuruan, khususnya di Desa Randupitu.
8 bulan yang lalu
185 Kali Dibaca